Berita & Informasi

09Aug2017

Jawa Barat Optimistis Jadi Pusat Industri Keuangan Syariah

Dream – Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis bisa menjadi pusat industri keuangan syariah di Indonesia. Ada dua hal yang menjadi kekuatan daerah ini untuk menjadi kekuatan di sektor keuangan syariah.

“ Jawa Barat sudah sepantasnya menjadi yang terdepan dan menjadi pusat industri keuangan syariah di Indonesia,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, usai menghadiri Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dilansir laman resmi pemerintah provinsi Jawa Barat, Selasa 8 Agustus 2017.

Deddy mengatakan ada dua kelebihan Jawa Barat di sektor keuangan ini. Pertama, jumlah penduduk Muslim di Jawa Barat sebanyak 40,9 juta orang. Ke dua, banyak perguruan tinggi yang menawarkan program studi keuangan syariah. Kehadiran program studi keuangan syariah ini bisa menekan kekurangan sumber daya manusia (SDM) di sektor keuangan syariah.

Dengan mengutip data hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangantahun 2016, Deddy mengatakan bahwa tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia naik menjadi 67,82 persen, sedangkan persentase kelompok well literate naik menjadi 29,66 persen.

“ Alhamdulillah indeks inklusi keuangan di Jabar sudah 68,32 persen. Artinya di atas rata-rata nasional dan indeks literasi keuangan kita diangka 38,70 persen tertinggi kedua setelah DKI Jakarta,” kata dia.

Deddy mengatakan indeks inklusi keuangan syariah di Jawa Barat sudah lebih baik, yaitu mencapai 21,56 persen.

Poin penting yang harus menjadi fokus perhatian para pelaku jasa keuangan syariah, kata dia, adalah memperkuat perannya dalam kegiatan sektor riil seperti pembiayaan syariah untuk industri pariwisata serta unit-unit usaha syariah potensial lainnya seiring dengan meningkatnya tren halal lifestyle global.

“ Karena itu saya harap jasa keuangan syariah terus mengedukasi dan transaparan kepada masyarakat atau calon nasabah tentang karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia,” harapnya.

Selain itu, jasa keungan syariah dituntut lebih kreatif dalam mencari sumber dana murah serta menciptakan produk dan jasa keungan yang menarik, mudah diakses dan berbiaya murah. Terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, santri pondok pesantren, ibu rumah tangga, petani, pedagang dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan begitu, lembaga keuangan syariah dapat menjadi penggerak sektor riil untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja sehingga dapat mengurangi ketimpangan dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“ Semoga industri jasa keungan syariah di Jabar terus tumbuh menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi inklusif, menarik investasi, menggerakkan tabungan domestik dan meningkatkan daya saing,” tutur kata dia.

Secara umun saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah lembaga keuangan syariah terbesar di dunia yaitu sebanyak 5 ribu lebih. Meliputi 34 Bank Syariah, 58 operator takaful atau asuransi syariah, 7 model ventura syariah, 163 BPR Syariah, 1 pegadaian syariah, dan sekitar 4500 lebih koperasi syariah atau baitul maal wat tamwil. Bahkan Indonesia juga telah menciptakan Syariah Online Trading System pertama di dunia.

  • 9 Aug, 2017
  • kiki rohdiana
  • 0 Comments

Share This Story

Categories

Comments