JP SINERGI DENGAN MANDIRI TUNAS FINANCE

 

jpsinergi_mandiritunasPada tanggal 12 Januari 2011 yang lalu, bertempat di Graha Mandiri Jakarta dilakukan penandatanganan MOU antara JP-INSURANCE dengan PT Mandiri Tunas Finance.

MOU ditandatangani oleh Direktur Ritel JP-INSURANCE H. Slamet Riyadi dengan Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance Ignatius Susatyo Wijoyo disaksikan oleh Anton Setiawan, Komisaris dari PT Mandiri Tunas Finance.

Menurut Direktur Ritel H. Slamet Riyadi, MOU tersebut merupakan salah satu bagian dalam kontek mempertahankan bisnis yang telah ada dan bagaimana mendapatkan bisnis baru. �Diharapkan melalui kerjasama strategis tersebut dapat meningkatkan perolehan premi yang signifikan bagi perusahaan� tuturnya kepada JP-News,.

Sebagaimana diketahui, MOU yang ditandatangai antara JP-INSURANCE dengan PT Mandiri Tunas Finance tersebut merupakan perpanjangan dari MOU sebelumnya yang ditujukan untuk memberikan proteksi kepada nasabah yang mendapatkan fasilitas pembiayaan kepemilikan kendaraan dan sepeda motor dari PT Mandiri Tunas Finance. �JIka suatu saat terjadi risiko atas kendaraan dan sepeda motor yang mendapatkan pembiayaan dari PT Mandiri Tunas Finance tersebut, maka risiko tersebut telah dicover oleh asuransi� tambahnya.

Lebih lanjut Dirtel mengatakan, potensi pasar yang bisa digarap untuk bisnis asuransi kendaraan bermotor ini masih sangat cukup besar mengingat pertumbuhan kendaraan bermotor diprediksikan tumbuh minimal pada kisaran angka 10% pertahunnya. Untuk mampu menyerap ceruk pasar yang sedemikian besar, perusahaan akan lebih fokus lagi dalam menggarap pangsa pasar ini utamanya kepada perusahaan-perusahaan pembiayaan agar kinerja di tahun 2011 semakin cemerlang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PT Mandiri Tunas Finance, pada tahun 2011 PT Mandiri Tunas Finace manargetkan penyaluran kredit untuk pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 9,7 triliun atau meningkat sebesar 206,38% dari semula sebesar 4,7 triliun pada tahun 2010. Hal tersebut tentunya juga akan membawa pengaruh yang cukup signifikan kepada peningkatan perolehan premi yang akan diraup oleh perusahaan.

Berkait dengan hal tersebut, Dirtel mengharapkan agar segenap jajaran perusahaan dimanapun berada mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan prima kepada seluruh customer utamanya kepada perusahaan-perusahaan yang telah bekerrja sama dengan JP seperti PT Mandiri Tunas Finance ini. Kepada para Kepala Cabang juga diharapkan agar melakukan pendekatan yang lebih intensif kepada seluruh Cabang PT Mandiri Tunas Finance yang mempunyai wilayah kerja yang sama dengan perusahaan. Hal tersebut berkait dengan pola baru yang akan diterapkan oleh PT Mandiri Tunas Finance dimana alokasi share premi untuk tiap Kantor Cabang besarannya akan ditentukan oleh masing-masing kantor cabang yang bersangkutan. �Oleh karenanya, segera lakukan pendekatan guna mendapatkan share yang lebih optimal� tegas Dirtel.
Diera kompetisi yang sedemikian ketat, peningkatan pelayanan telah menjadi kata kunci yang wajib dilakukan oleh perusahaan untuk mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Berkait dengan bidang pelayanan, perusahaan juga secara terus menerus berupaya untuk melakukan peningkatan pelayanan kearah yang lebih baik dalam rangka mendukung penetrasi pasar, salah satunya adalah dengan akan diterapkannya sistem aplikasi terpadu terhadap program-program aplikasi bisnis yang telah dimiliki oleh perusahaan saat ini.

Menurut Kepala Divisi Ritel Suhardiman, pelayanan prima atas akseptasi dan klaim adalah merupakan produk yang sesungguhnya yang dijual oleh perusahaan asuransi dan harus senantiasa dikedepankan. Berkait dengan meningkatnya jumlah pembiayaan yang akan dilakukan oleh PT Mandiri Tunas Finance ditahun 2011, tanpa diimbangi dengan peningkatan pelayanan, maka share yang akan didapatkan oleh perusahaan jelas akan semakin terkikis mengingat jumlah perusahaan asuransi yang menjadi rekanan PT Mandiri Tunas Finance semakin bertambah. Jika pada tahun 2010 perusahaan asuransi yang menjadi rekanan PT Mandiri Tunas Finance berjumlah 5 perusahaan, maka pada tahun 2011 telah menjadi 8 perusahaan yakni Adira, Jasindo, Mega Insurance, ABDA, Jaya Proteksi, Sinar Mas, ACA dan JP-Insurance.

Disamping itu, masih menurut Suhardiman, peranan teknologi informasi dalam menunjang kegiatan operasional juga sangat dibutuhkan sekali terhadap peningkatan kualitas pelayanan perusahaan dalam menyikapi tuntutan dan perubahan bisnis yang terus berkembang. Dengan diterapkannya sistem aplikasi bisnis terpadu yang akan segera dibangun dalam waktu dekat ini jelas akan semakin mempermudah seluruh jajaran dalam meningkatkan pelayanan kepada seluruh mitra bisnis perusahaan.

Suhardiman menambahkan, sebagus apapun produk yang akan dijual oleh perusahaan tanpa adanya dukungan teknologi informasi yang memadai dalam hal ini sistem aplikasi terpadu, maka secara perlahan-lahan produk tersebut pasti akan ditinggalkan oleh customer karena kecepatan pelayanan dalam penerbitan polis, pelayanan klaim, pelaporan hingga integrasi data keuangan serta pelayanan informasi sangat membutuhkan peran dan dukungan dari teknologi informasi.

Sementara itu, kaitan dalam menyikapi perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan pasca pemberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 74/PMK.010/2007 yang mengatur penyelenggaraan pertanggungan asuransi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor, keberadaan program aplikasi terpadu tersebut akan sangat menunjang sekali bagi pembentukan data risk dan loss profile perusahaan khususnya lini usaha asuransi kendaraan bermotor sehingga akan mempermudah dalam pengambilan setiap kebijakan di perusahaan salah satunya diantaranya adalah kebijakan dalam penentuan besaran rate asuransi kendaraan bermotor.@

 

Related Posts

  • No Related Posts

About the author

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment