MENGENAL LEBIH DEKAT DIVISI SDM

 

mengenal_sdmSumber Daya Manusia (SDM) dan Aktiva (Sarana Prasarana) merupakan asset perusahaan yang sangat dominan untuk menjamin keberhasilan operasional perusahaan dalam mencapai sasaran yang diinginkan. Suksesnya perusahaan antara lain dikontribusi oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi memadai dan dukungan Sarana Prasarana yang mencukupi.

Peran Divisi SDM dalam perusahaan sungguh sangat penting karena memikul beban tugas mencakup 3 (tiga) bidang yakni Kepegawaian yang bertugas dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia kemudian Bidang Umum yang bertugas menyiapkan Sarana dan Prasarana serta Sekretariat Perusahaan.

Selaku Divisi yang memegang peran sebagai Center Cost untuk ketiga bidang tugasnya sudah barang tentu perlu dimaklumi atas berbagai kekurangan dalam memberikan supporting terhadap pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan terlebih dalam rentang waktu sejak berdirinya JP-INSURANCE hingga saat ini. Berbagai upaya pembenahan senantiasa terus dilakukan oleh Divisi SDM kaitan dengan perannya sebagai unit supporting organisasi dimulai sejak kepemimpinan Anas Siregar atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Bang Anas sebagai Kepala Divisi Umum pertama kali di perusahaan.

Seiring berjalannya tongkat estafet kepemimpinan sejak hengkangnya Anas Siregar yang kemudian digantikan oleh Estevanus Tauran yang akrab disapa dengan sapaan Pak Tawuran, dilanjutkan kemudian oleh Wusantoro dengan pangilan khasnya Mr. Wu, lalu I.G.A. Arimurti Diwia dengan panggilan manisnya Jeng Ari hingga Syamsurizal yang populer dipanggil dengan sebutan Kakak Syam, langkah pembenahan yang tiada kenal berhenti terus dilakukan di Divisi ini.

Terhitung bulan April 2010, Direksi mendaulat dan memberikan kepercayaan penuh pengelolaan Divisi SDM kepada sosok energik H.R. Djati Utomo. Seiring ditetapkannya tahun 2011 sebagai tahun pemantapan bagi organisasi atau merupakan tahun ke-3 dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan, dibawah kepemimpinan H.R. Djati Utomo yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Haji inilah penyempurnaan dan perbaikan kekurangan yang selama ini dirasakan belum tuntas akan segera diselesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang secepat-cepatnya melaui motto Be Better-nya.

Untuk mengetahui sejauh mana kiprah Divisi SDM dalam mendukung keberhasilan perusahaan, berikut disampaikan petikan wawancara JP-News dengan Kepala Divisi SDM H.R. Djati Utomo. Berikut petikannya ;

Sejauh mana kesiapan Divisi SDM dalam mengembangkan SDM perusahaan sehingga mampu memberikan kontribusi yang optimal kepada perusahaan?

Idealnya, karyawan/pegawai adalah asset yang sangat berharga bagi kemajuan perusahaan. Oleh sebab itu sangat penting untuk memilih dan menempatkan seorang karyawan di setiap unit kerja perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan perusahaan. Selama ini, peran divisi SDM dalam perusahaan ibarat dua sisi mata uang. Saat divisi SDM diminta membantu seleksi untuk promosi karir para staf, keberadaan Divisi SDM terkesan positif. Tetapi sebaliknya, jika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan, keberadaan divisi SDM seolah-olah menjadi musuh bagi karyawan.

Pada tahun 2011, Divisi SDM tetap fokus dalam mengoptimalkan organisasi dan tenaga kerjanya. Proses rekrutmen baik dari luar dan dari dalam lingkungan perusahaan dilakukan secara sangat selektif dan benar-benar didasarkan atas kompetensi yang dimiliki oleh calon kandidat untuk mengisi posisi-posisi strategis yang memang sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

Secara berkala dan berkesinambungan peningkatan kualifikasi level pendidikan di setiap level jabatan juga terus dilakukan update untuk meningkatkan kualitas pegawai. Divisi SDM juga melakukan analisa serta kajian terhadap beban kerja dan penilaian kinerja pegawai. Hal tersebut dimaksudkan selain untuk menjamin ketersediaan tenaga SDM yang memenuhi kompetensi yang diharapkan juga dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kelebihan tenaga kerja pada unit atau bidang tertentu.

Untuk jangka pendek, pengembangan SDM difokuskan untuk mengisi posisi-posisi jabatan strategis yang kosong dengan mempertimbangkan kompetensi karyawan sebagai dasar acuannya. Sedangkan untuk jangka panjang, lebih difokuskan pada pemetaan human capital value untuk tujuan pengembangan career plan pegawai kedepan.

Peningkatan kesejahteraan pegawai berkait dengan masa purna kerja juga mendapatkan perhatian yang utama dari Divisi SDM. Bahkan program tersebut telah masuk kedalam salah satu program strategis yang akan direalisasikan oleh Divisi SDM pada tahun ini, disamping program-program strategis lainnya seperti pemenuhan tenaga ahli perusahaan untuk analis keuangan, aktuaris dan tenaga ahli asuransi.

Untuk mampu mencetak SDM perusahaan yang handal dan berkualitas, langkah-langkah strategis apa saja yang akan dilakukan oleh Divisi SDM kedepan?

Untuk mampu mewujudkan kualitas pegawai dengan kompetensi yang dapat diandalkan, Divisi SDM telah menyusun program pengembangan pegawai dengan konsep 4 P yakni Perencanaan, Persiapan, Pelatihan dan Penempatan termasuk didalamnya pengangkatan serta penugasannya.

Pada tahap perencanaan, pengembangan SDM di perusahaan harus diselaraskan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. Penyelarasan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengarahkan SDM yang ada di perusahaan nantinya akan menjadi seperti apa dan akan dibawa kemana. Hal ini penting sekali dilakukan agar pengembangan SDM yang dilakukan nantinya mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara lebih optimal.

Selanjutnya adalah tahapan persiapan. Pada tahapan ini, langkah-langkah yang telah disusun dalam tahapan perencanaan sudah mulai dieksekusi untuk pelaksanaannya dimulai dari langkah pemetaan kebutuhan SDM yang diperlukan, komposisi yang tersedia hingga pemilihan serta penyiapan kadernya. Tahapan persiapan ini merupakan tahapan yang paling strategis dalam proses pengembangan SDM di perusahaan karena didalamnya menyangkut pemenuhan dan pemilihan pegawai. Untuk mampu mencetak pegawai yang hebat dan professional salah satunya adalah melalui program rekrutmen dan seleksi secara selektif dan ketat agar perusahaan memiliki SDM sebagaimana yang diharapkan dan dapat bersaing dengan kekuatan pesaing jika sumber yang diharapkan dari internal perusahaan tidak ada. Untuk itu, minimal perusahaan harus memiliki orang-orang yang paham bagaimana fungsi rekrutmen di perusahaan dan bagaimana menjalankan tugas sesuai yang diharapan oleh perusahaan.

Berikutnya adalah melakukan pelatihan. Konsep dalam pelatihan disini juga termasuk pembenahan dalam bidang SDM. Pada tahapan ini, pelatihan dan pembenahan SDM dilakukan secara komprehensif disegala bidang dimulai dari paradigma cara berpikir, cara bersikap, penanganan sistem pendidikan dan pelatihannya serta hal-hal lainnya untuk meningkatkan kompetensi pegawai (competency based) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan secara berjenjang dan berkesinambungan. Peningkatan kompetensi pegawai yang kami bangun adalah peningkatan kompetensi pegawai yang diselaraskan dengan core bussines yang ditangani oleh perusahaan diantaranya seperti diklat pemantapan underwriting general insurance dan klaim dan surety bond. Melalui pendidikan dan pelatihan tersebut nantinya akan dapat diketahui performa setiap individu untuk menentukan pengembangan karir pegawai kedepannya. Pada bagian akhir setelah terpenuhinya semua tahapan tersebut tinggal menempatkan pegawai dalam posisi yang sesuai dengan tingkatan kompetensi yang dimilikinya.

Dari sisi sarana prasarana, sejauh mana pemenuhan yang telah dilakukan oleh Divisi SDM untuk mampu mendukung kegiatan operasional secara lebih optimal?

Sama akan halnya dengan bidang SDM, bidang umum juga merupakan bagian dari unit yang mensupport kegiatan perusahaan. Sebagai unit supporting, bidang umum juga harus mampu mendukung sepenuhnya setiap kegiatan operasional yang dijalankan oleh perusahaan dalam pencapaian tujuannya melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang efektif dan berdaya duna.

Dalam menjalankan fungsinya, selaku unit yang paling bertanggung jawab terhadap penyediaan sarana prasarana perusahaan, bidang umum berkomitmen penuh untuk senantiasa mendukung setiap aktivitas kegiatan perusahaan yang membutuhkan penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang tentunya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Mengingat penyediaan sarana dan prasarana tidak selalu diimbangi dengan alokasi anggaran yang tersedia, maka dalam proses pelaksanaan pengadaannya akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kepada azas manfaat dan skala prioritas sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Sementara itu pengelolaan sarana dan prasarana termasuk didalamnya pencatanan administratif, pendayagunaan, pemeliharaan serta pengamanannya juga menjadi pembenahan yang berkelanjutan oleh bidang umum.

Dalam program strategis tahun ini, Divisi SDM akan segera merealisasikan pengadaan tanah untuk Kantor Pusat dan pembangunan workstation dibeberapa Kantor Cabang seperti di Jambi, Surabaya, Medan dan Kantor Cabang Jakarta II.

Berkait dengan pembelian tanah untuk Gedung Kantor Pusat, Divisi SDM nantinya juga akan menyiapkan karyawan yang memiliki keahlian, pengetahuan dan keterampilan tersendiri seperti, electricity, perizinan, keamanan, building maintenance, insurance dll sehingga pada waktunya nanti menempati gedung yang baru telah memiliki kesiapan tenaga yang khusus untuk menangani pemeliharaan gedung. @

 

Related Posts

  • No Related Posts

About the author

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment